Presiden PKS Ditangkap KPK

8JAKARTA, PESATNEWS – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq resmi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (30/1/2013) malam sekitar pukul 23.30 WIB, menyusul ditetapkan statusnya sebagai tersangka kasus suap daging impor.

Tim penyidik KPK mendatangi kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Kedatangan tim penyidik KPK ini untuk menjemput paksa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi dijemput oleh sekitar delapan penyidik KPK di kantor DPP PKS dan langsung dibawa dengan mobil menuju kantor KPK, Jalan Kuningan, Jakarta

Delapan penyidik KPK itu naik lift untuk menjemput Presiden PKS yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sekitar 5 menit mereka turun dengan membawa Luthfi Hasan. Dengan pengawalan ketat penyidik, Luthfi digiring ke mobil penyidik KPK melalui pintu belakang kantor DPP PKS. Saat sudah dekat ke mobil, seseorang berlari dari dalam kantor DPP PKS menuju Luthfi dan menyalaminya. “Doakan saja ya,” kata Luthfi saat disalami orang tersebut.

Setelah bersalaman kemudian Luthfi masuk ke mobil Innova bernopol B 1031 UFS. Luthfi dibawa ke kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Presiden PKS ini tiba di gedung KPK sekitar pukul 23.45 langsung digiring untuk diperiksa di kantor KPK.

Hingga berita ini diturunkan, Luthfi Hasan masih diperiksa KPK. Apakah nanti Presiden PKS ini akan langsung ditahan oleh KPK, belum ada kabar. Luthfi diduga melanggar pasal penerimaan suap UU Tipikor. KPK sudah menangkap orang dekat Luthfi berinisial AF bersama dua pengusaha dari PT Indoguna Utama. Satu orang wanita muda juga ditangkap. Barang bukti Rp1 miliar sudah disita.

Sementara Jurubicara KPK Johan Budi mengatakan, penyidik KPK menyampaikaan surat panggilan kepada Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) untuk pemeriksaan KPK pada Rabu (30/1) malam. “Sekarang Pak LHI sudah ada di KPK,” jelasnya.

Apakah akan Presiden PKS ditahan? “Saya belum dapat informasi apakah ada penahanan atas LHI tapi yang jelas LHI diperiksa sebagai tersangka. Tapi saya belum dapat informasi apakah LHI akan ditahan atau tidak,” jawab Johan Budi. “Apakah diputuskan akan ditahan atau tidak itu kewenangan penyidik,” tambahnya.

Apa bukti sudah cukup kuat sehingga LHI ditangkap? “Kalau soal cukup bukti atau tidak, ini terkait penetatapan seseorang jadi tersangka, bukan memanggil orang. KPK menyimpulkan LHI terlibat dan menetapkannya sebagai tersangka terkait kasus suap impor daging sapi,” jawabnya pula.

Menurut Johan Budi, dari tangkap tangan oleh KPK kemarin dan pemeriksaan dari pihak-pihak yang tertangkap, penyidik temukan dua bukti yang cukup dan KPK menyimpulak LHi terlibat.

“Informasi beberapa waktu sebelum hari selasa, adanya terima uang yang dilakukan oleh pihak PT IU terhadap seseorang yang bernama AF. Kita kuntit AF sejak pagi kemarin. Dan terakhir di Hotel (Meredien), ada pertemuan antara AF dan AAE dan JE, kita temukan uang sebesar Rp1 miliar di mobil AF,” beber Jurubicara KPK.

Terkait keterlibatan Lutfi, menurut Johan, ada informasi dan bukti-bukti yang menguatkan baik dari keterangan maupun yang dikumpulkan penyidik KPK sehingga ada bukti cukup dan akhirnya disimpulkan LHi terlibat dalam kasus korupsi tersebut. “Kita kembangkan, kebutuhan (uang suap) ini untuk impor daging sapi, uang ini sebagai pelicin dari PT ini ada nama AF,” terangnya.

Sebelumnya, dari hasil operasi tangkap tangan, KPK menetapkan beberapa tersangka dalam kasus penyuapan terkait impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Salah satu tersangka adalah Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS yang juga Anggota DPR RI.

Menurut juru bicara KPK Johan Budi, status para tersangka tersebut ditetapkan berdasarkan dua alat bukti. Alat bukti ini merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa (29/1) malam.

Selain LHI, tersangka lainnya adalah AF (diduga Ahmad Fathonah), JE (diduga Juard Effendi, Direktur Utama Indoguna) dan AAE (salah satu direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang senilai Rp 1 miliar pada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur. Dari tempat tersebut, AF membawa uang tersebut ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada LHI.

Seperti diketahui, Luthfi dijadikan tersangka dalam kasus dugaan suap Rp1 miliar untuk kasus impor daging sapi. Presiden PKS ini dijerat dengan pasal 12 a atau b atau pasal 5 ayat 3 atau pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia dijadikan tersangka bersama sekretaris pribadinnya AF. [tr/pn]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s